Rabu, 11 April 2018

Bawaslu Maluku Masih Investigasi Insiden Warkop Lela

Detik Nusa
Ambon, Malukupost.com - Bawaslu Maluku melakukan investigasi insiden sejumlah oknum ASN ngopi bersama dengan calon Gubernur Maluku, Said Assagaff di warung kopi (Warkop) Lela pada Kamis(29/3) petang. "Investigasi melibatkan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) agar klarifikasi sesuai ketentuan perundang - undangan," kata Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely, dikonfirmasi, Selasa (10/4). Investigasi untuk mengungkapkan 'ngopi bersama' yang melibatkan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga jelas duduk masalahnya. Bawaslu menindaklanjuti laporan dari Tim Hukum pasangan calon Gubernur dan Wagub Maluku, Murag Ismael- Barnabas Orno dengan jargon "BAILEO".
Ambon, Malukupost.com - Bawaslu Maluku melakukan investigasi insiden sejumlah oknum ASN ngopi bersama dengan calon Gubernur Maluku, Said Assagaff di warung kopi (Warkop) Lela pada Kamis(29/3) petang.

"Investigasi melibatkan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) agar klarifikasi sesuai ketentuan perundang - undangan," kata Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely, dikonfirmasi, Selasa (10/4).

Investigasi untuk mengungkapkan 'ngopi bersama' yang melibatkan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga jelas duduk masalahnya.

Bawaslu menindaklanjuti laporan dari Tim Hukum pasangan calon Gubernur dan Wagub Maluku, Murag Ismael- Barnabas Orno dengan jargon "BAILEO".

"Kami telah meminta agar laporan yang disampaikan haruslah dilengkapi dengan saksi maupun bukti tertanggung jawab," ujar Abdullah.

Dia belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut karena masih memberikan kesempatan kepada Sentra Gakkumdu untuk melakukan investigasi.

"Bawaslu netral dalam menangani apa pun kasusnya dengan prinsip laporan, saksi dan memiliki bukti sesuai ketentuan perundang - undangan," tandas Abdullah.

Juru Bicara pasangan calon Gubernur dan Wagub Maluku, Said Assagaff - Anderias Rentanubun dengan jargon "SANTUN", Haeruddin Tuaritta menyatakan, masalah ini telah ditangani tim hukum agar penanganannya sesuai prosedur.

"Pastinya acara 'ngopi bersama' itu bukan bagian dari jadwal kampanye. Kota Ambon khan masuk zona I yang tidak ada jadwal kampanye saat itu," ujarnya.

Apalagi, sejumlah pimpinan OPD yang menghadiri "ngopi bersama" itu sudah selesai jam kerja.

"Kami menghargai privasi dari para wartawan. Namun, itu pun harus sesuai kode etik jurnalis maupun peraturan dasar dan peraturan rumah tangga dari asosiasi pers," tegas Haeruddin. (MP-4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar