Senin, 31 Juli 2017

DPRD Maluku MInta Kapal Perintis Sebaiknya Doking Di Ambon

Detik Nusa
Ambon, Malukupost.com - Komisi C DPRD Maluku menyarankan agar setiap kapal laut yang melayani rute pelayaran perintis di daerah ini untuk doking di Ambon agar tidak terlalu memakan waktu dan biaya. "Kita punya PT. Dok dan Perkapalan Wayame Ambon, jadi kalau kapal perintis yang bobotnya di bawah 1.000 GT atau 500 GT bisa memanfaatkannya untuk doking," kata anggota Komisi C DPRD setempat, Ridwan Elys di Ambon, Senin (31/7).
Ambon, Malukupost.com - Komisi C DPRD Maluku menyarankan agar setiap kapal laut yang melayani rute pelayaran perintis di daerah ini untuk doking di Ambon agar tidak terlalu memakan waktu dan biaya.

"Kita punya PT. Dok dan Perkapalan Wayame Ambon, jadi kalau kapal perintis yang bobotnya di bawah 1.000 GT atau 500 GT bisa memanfaatkannya untuk doking," kata anggota Komisi C DPRD setempat, Ridwan Elys di Ambon, Senin (31/7).

Penjelasan Ridwan Elys terkait adanya jadwal doking bagi semua kapal perintis yang melayani masyarakat Maluku, khususnya dari Pulau Ambon menuju wilayah-wilayah terluar dan terpencil.

Wilayah tersebut diantaranya Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru, serta Kabupaten Seram Bagian Timur.

Menurut dia, kawasan ini selain terpencil dan berada di wilayah beranda nusantara juga terbentur minimnya sarana transportasi laut sehingga jadwal doking bagi semua kapal secara serentak tentunya akan menghambat pelayanan masyarakat.

"Pimpinan komisi telah membuat surat resmi kepada PT. Pelni dan pihak terkait untuk mempertanyakan rencana doking kapal-kapal perinsis secara bersamaan," katanya.

DPRD juga akan mempertanyakan kenapa setiap kapal perintis harus naik dok di luar daerah, kalau PT. Dok dan Perkapalan Wayame Ambon yang merupakan salah satu BUMD milik pemprov bisa dimanfaatkan.

Sebab perjalanan ke luar daerah untuk doking sudah memakan waktu dan anggaran, kemudian harus antri menunggu giliran sedangkan masyarakat setiap saat menunggu jadwal keberangkatan kapal.

"Bila jadwal keberangkatan kapal sudah tiba, namun kapalnya sendiri masih doking tentu akan membuat antrian masyarakat semakin banyak dan menumpuk," ujarnya. (MP-5)

Wali Kota Adam Rahayaan Lepas 103 JCH Kota Tual

Detik Nusa
Tual, Malukupost.com - Wali Kota Tual Adam Rahayaan melepas 103 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal kota tersebut, bertempat di lapang Lodar El Kota Tual. Siaran pers Humas Pemerintah Kota Tual yang diterima media ini di Ambon, Senin (31/7), menyatakan, Wali Kota Adam dalam sambutannya berharap agar para JCH tersebut diberikan kemampuan, kemudahan dan kesehatan lahir batin dalam melaksanakan rukun Islam yang kelima di Tanah Suci.
Tual, Malukupost.com - Wali Kota Tual Adam Rahayaan melepas 103 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal kota tersebut, bertempat di lapang Lodar El Kota Tual.

Siaran pers Humas Pemerintah Kota Tual yang diterima media ini di Ambon, Senin (31/7), menyatakan, Wali Kota Adam dalam sambutannya berharap agar para JCH tersebut diberikan kemampuan, kemudahan dan kesehatan lahir batin dalam melaksanakan rukun Islam yang kelima di Tanah Suci.

"Atas izin dan ridha Allah SWT, kiranya seluruh Jamaah Calon Haji Kota Tual dapat memenuhi panggilan sebagai tamu Allah, dapat melaksanakan secara baik dan benar serta sempurna sehingga dapat kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur", kata Adam.

Wali kota menyatakan, menyadari betapa pentingnya nilai-nilai kemabruran Haji dalam menyeimbangkan dimensi vertikal dan horizontal, maka Pemkot Tual berkomitmen untuk setiap tahun terus berusaha meningkatkan pelayanan JCH, baik dalam hal akomodasi, transportasi, kelengkapan, maupun pelaksanaan Manasik Haji.

Adam mengungkapkan, meskipun kuota Haji Tual tahun ini mengalami kenaikan 100 persen lebih, hal itu bukan merupakan masalah, bahkan Pemerintah Kota Tual berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menambah sehingga memperpendek daftar tunggu calon yang telah mendaftar.

"Kami berharap di tahun-tahun yang akan datang, kuota Haji Kota Tual ditambah atau minimal dipertahankan, sehingga warga yang ingin mendaftar tidak terlalu lama menunggu," katanya.

Bantuan dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Kota Tual kepada para JCH adalah biaya transportasi Tual-Makassar, stelan jas, dan kelengkapan sebanyak 103 paket.

Menurut Adam, perhatian dan kontribusi yang diberikan merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Tual dalam melaksanakan UU RI No. 13 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji, dan pelaksanaan salah satu visi dan misi mewujudkan masyarakat yang religius.

"Pemerintah menyadari sungguh bahwa rakyat Tual adalah rakyat plural, di dalamnya terdapat berbagai macam suku, budaya, agama dan kepercayaan. Karena itu, perhatian tidak hanya pada golongan agama tertentu saja, tetapi semua akan diperlakukan sama sesuai kebutuhan dan porsinya masing-masing," katanya. (MP-6)

Wanita Ini 7 Kali Naik Haji, Saat Meninggal Jenazahnya Tak Diterima Bumi, Ternyata Ini yang Sering Dilakukan Semasa Hidup !!

Detik NusaKematian menjadi misteri dan telah ditentukan oleh Allah SWT sang pencipta seluruh yang ada di langit dan bumi.
Tidak ada yang bisa memajukan baik semenit atau mundur walau semenit, kecuali atas izin Allah.
Begitu juga akhir kematian tergantung dengan amal perbuatan selagi masih hidup.



Seperti kisah nyata berikut ini.

Seorang wanita yang memiliki putra yang sangat menyanyanginya berakhir tragis akibat perbuatannya sendiri.

Berikut kisahya yang dilansir dari Kisah Islam Penuh Hikmah.

Pada suatu ketika, tersebutlah seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan ibadah Haji.
Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu.
Sebagai Muslim yang mampu secara materi, mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji.

Segala perlengkapan sudah disiapkan.
Singkatnya ibu dan anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurang satu apapun.

Akhirnya merekapun tiba di tanah suci dan merekapun melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah dan untuk menunaikan ibadah Haji
"Labaik allahuma labaik, aku datang memenuhi seruan-Mu ya Allah" Hasan menggandeng ibunya dan berbisik,
“Ummi undzur ila Ka’bah (Bu, lihatlah Ka’bah)."
Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu.

Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi, ia terdiam.
Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.
Hasan kembali membisiki ibunya.
Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya.
Wajah ibunya pun tampak kebingungan.
Ibunya tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan.

Beberapa kali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan.
Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya.
Beberapa menit yang lalu ia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita.
Selama tujuh kali Haji Anak yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah.
Ia shalat memohon ampunan-Nya.

Hati Hasan begitu sedih.
Siapapun yang datang ke Baitullah, pasti akan mengharapkan rahmat-Nya.
Akan terasa hampa menjadi tamu Allah, jika tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.

Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubat yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugerah-Nya, dengan menatap Ka’bah, kelak.
Anak yang sholeh itu berniat akan kembali membawa ibunya berhaji tahun depan.
Tapi ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya.
Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi.

Ibunya kembali dibutakan didekat Kabah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan simbol persatuan umat Islam itu.
Wanita itu tidak bisa melihat Ka’bah.
Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci di tahun berikutnya untuk melaksanakan ibadah Haji lagi.

Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka’bah.
Setiap berada di Masjidil Haram, yang tampak dimatanya hanyalah gelap dan gulita.
Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah, ibunya.
Kejadian itu pun berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.
Hasan tak habis pikir, ia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan Ka’bah.

Padahal, setiap berada jauh dari Ka’bah, penglihatannya selalu normal.
Ia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT?
Apa yang telah diperbuat ibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu?
Segala pertanyaan berkecamuk dalam dirinya.

Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang alim ulama, yang dapat membantu permasalahannya.
Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal karena kesholehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat).
Tanpa kesulitan berarti, Hasan akhirnya bisa bertemu dengan ulama yang dimaksud.
Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang shaleh ini.

Ulama itu mendengarkan dengan seksama, kemudian meminta agar Ibu Hasan mau menelponnya.
Anak yang berbakti ini pun pulang.
Setibanya ditanah kelahirannya, ia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut.

Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya.
Ia pun mau menelpon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci.
Ulama itu kemudian meminta Sarah untuk berintrospeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya dimasa lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah.

Sarah diminta untuk bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya
“Anda harus berterus terang kepada saya, karena masalah Anda bukan masalah sepele,” kata ulama itu pada Sarah.
Sarah terdiam sejenak.

Kemudian ia meminta waktu untuk memikirkannya.
Tujuh hari berlalu, akan tetapi ulama itu tidak mendapat kabar dari Sarah.
Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelpon.
“Ustad, waktu masih muda, saya bekerja sebagai perawat di rumah sakit,” cerita Sarah akhirnya
“Oh, bagus… Pekerjaan perawat adalah pekerjaan mulia,” potong ulama itu.
“Tapi saya mencari uang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli, apakah cara saya itu halal atau haram,” ungkapnya terus terang.

Ulama itu terperangah. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.
“Disana…” sambung Sarah,
“Saya sering kali menukar bayi, karena tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan, dengan imbalan uang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka.”

Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah.
“Astagfirullah…” betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak.
Bayangkan, betapa banyak keluarga yang telah dirusaknya, sehingga tidak jelas nasabnya.

Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting.
Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas.
Padahal, nasab ini sangat menentukan dala perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi.
“Cuma itu yang saya lakukan,” ucap Sarah.
“Cuma itu?" tanya ulama terperangah.
“Tahukah anda bahwa perbuatan Anda itu dosa yang luar biasa, betapa banyak keluarga yang sudah

Anda hancurkan!” ucap ulama tersebut dengan nada tinggi.
“Lalu apa lagi yang Anda kerjakan?” tanya ulama itu lagi sedikit kesal.
“Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati.”
“Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia,” kata ulama.
“Ya, tapi saya memandikan orang mati karena ada kerja sama dengan tukang sihir.”

“Maksudnya?” tanya ulama tidak mengerti.
“Setiap saya bermaksud menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakas sihir itu harus sesuai dengan syaratnya, yaitu dipendam di dalam tanah. Akan tetapi, saya tidak menguburnya didalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati.”

“Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti terpental, tidak mau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya coba lagi begitu seterusnya berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan.”

Mendengar penuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah.
“Cuma itu yang kamu lakukan ? Masya Allah…! Saya tidak bisa bantu Anda. Saya angkat tangan”.
Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah.
Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia, apalagi ia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji.

Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu. Akhirnya ulama itu berkata,
“Anda harus memohon ampun kepada Allah, karena hanya Dialah yang bisa mengampuni dosa Anda.”
Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama tidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah.

Akhirnya ia mencari tahu dengan menghubunginya melalui telepon.
Ia berharap Sarah telah bertobat atas segala yang telah diperbuatnya.
Ia berharap Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya.
Karena tak juga memperoleh kabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di Mesir.

Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri.
Ulama menanyakan kabar Sarah, ternyata kabar duka yang diterima ulama itu.
“Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelpon Ustad,” ujar Hasan.
Ulama itu terkejut mendengar kabar tersebut. “Bagaimana ibumu meninggal, Hasan?” tanya ulama itu.

Hasan akhirnya bercerita, Setelah menelpon sang ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia.
Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah.
Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas izin Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras.

Para penggali mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu terulang kembali.
Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat.
Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahwa tanah itu kembali rapat.
Peristiwa itu terjadi berulang-ulang.

Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi.
Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayit.
Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus asa dan kecapaian karena pekerjaan mereka tak juga usai.
Siang-pun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib, tidak ada satu-pun lubang yang berhasil digali.

Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang.
Jenazah itu akhirnya dibiarkan saja tergeletak di hamparan tanah kering kerontang.
Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak tega meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur.
Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin.

Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri.
Dengan izin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir.
Lelaki itu tidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup kepalanya yang menjorok ke depan.
Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya,”Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!” kata orang itu.

Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya.
Syukur-syukur mau menggali lubang untuk kemudian mengebumikan ibunya.
“Aku minta supaya kau jangan menengok ke belakang, sampai tiba di rumahmu,” pesan lelaki itu.
Hasan mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman.

Belum sempat ia di luar lokasi pemakaman, terbersit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan jenazah ibunya.
Sedetik kemudian ia menengok ke belakang.
Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya.

Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan.
Hasan ketakutan.
Dengan langkah seribu, ia pun bergegas meninggalkan tempat itu.
Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu.

Hasan juga mengaku, bahwa separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman karena terbakar.
Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang diungkapkan Hasan.
Ia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya.

Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu.
Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan izin Allah akan hilang.

Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali mengabari ulama itu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitaman hilang.
Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya.
Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allah SWT.

sumber : palembang.tribunnews.com

Wow! Inilah Rezeki-rezeki yang Ada Ketika Berhubungan Suami Istri, Cek Berikut Ini

Detik NusaBerhubungan badan dengan pasangan sah secara Islam—itu adalah rejeki. Mungkin tanpa kita sadari, nah, jima menyimpan atau meliputi beberapa rejeki yang tidak hanya satu saja.

Rejeki ketika melakukan kemesraan bersama, meliputi beberapa tingkatan.



Pertama, rejeki dimampukan untuk melakukan hubungan intim secara halal.

Kedua, rejeki diberi kenikmatan yang ada di dalam jima’.

Ketiga, rejeki diberi pahala dan kemuliaan karena hubungan seks yang kita lakukan, dari pahala shalat Dhuha sampai dengan pahala seorang anak laki-laki yang terbunuh dalam peperangan fi sabilillah. Dan Allah Maha Kuasa untuk melipatgandakan dan meninggikan lagi pahala serta barakah jima’ yang dilakukan oleh suami-istri sesuai dengan niatnya.

Masih ada tingkatan-tingkatan rejeki lainnya dalam hubungan intim suami-istri. Salah satunya adalah rejeki berupa anak yang dilahirkan dari hubungan intim di malam itu. Sebaik-baik rejeki adalah yang paling besar barakah-Nya.

SPONSORED CONTENT by Mgid

Pemilik mobil mewah berlapis emas ini ternyata orang Indonesia
Dan pada waktu jima, Allah kita berada dalam keadaan hati dan jiwa yang paling siap untuk menerima karunia ruhiyyah. Pada setiap waktu jima, insya Allah kita berada dalam niat paling bersih, pengharapan terbaik, dan prasangka kepada Allah yang paling bersih.

Karena itu, melaksanakan kemesraan suami-istri insya-Allah merupakan kemuliaan yang utama. Insya-Allah dari jima itu lahir anak-anak yang menjadi syafa’at bagi orangtuanya di hari kiamat dengan seizin Allah. Anak-anak yang hukma-shabiyyan rabbi-radhiyyan (sejak kecil memiliki kearifan dan diridhai Tuhan). Anak-anak yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaha illaLlah.

Islam memberikan tuntutan kepada kita ketika memasuki wktu jima adalah agar suami-istri dapat memperoleh kenikmatan hubungan intim. Ibarat Puasa, untuk jima ini, segerakanlah berbuka ketika maghrib tiba. Yang demikian ini lebih besar barakah dan ridha-Nya.

Wallahu A’lam bishawab. []

Jaksa Agendakan Pemeriksaan Fisik Bangunan Terminal Transit Passo

Detik Nusa
Ambon, Malukupost.com - Tim jaksa penyelidik kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan terminal transit Passo, Kota Ambon masih mengagendakan pemeriksaan fisik bangunan. "Pekan lalu memang sudah dilakukan beberapa kali pemeriksaan di lapangan dan tim jaksa masih melakukan pemeriksaan lanjutan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas kejaksaan Tinggi Maluku, Sammy Sapulette di Ambon, Senin (31/7).
Ambon, Malukupost.com - Tim jaksa penyelidik kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan terminal transit Passo, Kota Ambon masih mengagendakan pemeriksaan fisik bangunan.

"Pekan lalu memang sudah dilakukan beberapa kali pemeriksaan di lapangan dan tim jaksa masih melakukan pemeriksaan lanjutan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas kejaksaan Tinggi Maluku, Sammy Sapulette di Ambon, Senin (31/7).

Meurut Sammy, pemeriksaan fisik bangunan ini dilakukan tim jaksa dengan melibatkan sejumlah tenaga ahli dari jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ambon dan tujuannya untuk melengkapi keterangan para saksi yang telah diperiksa jaksa.

"Proses penanganan perkaranya masih tetap berjalan sesuai mekanisme dan pada saatnya baru dilakukan penetapan tersangka," ujar Sammy.

Sebelumnya Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Manumpak Pane mengatakan sudah terindikasi siapa saja pihak yang akan ditetapkan sebagai calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana pembangunan terminal transit Passo senilai Rp55,344 miliar.

Karena tim jaksa telah meminta keterangan dari 28 orang sebagai saksi dan sudah ada yang mengarah sebagaui calon tersangka, namun penetapan tersangkanya harus dilakukan sesuai alat bukti.

Puluhan saksi yang dimintai keterangan ini terdiri dari mantan Wali Kota Ambon, mantan Kadishub kota, pegawai dishub provinsi, konsultan, hingga pihak penyedia barang dan jasa.

Menurut Kajati, tim penyidik Kejati Maluku juga sudah pergi ke Makassar (Sulsel) untuk meminta keterangan konsultan perencenaan yang terlibat dalam proyek pembangunan terminal transit Passo sejak tahun 2007 hingga 2015.

Kesie Penyidikan Kejati Maluku, Ledrik Takaendengan mengatakan, kejaksaan juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Politeknik Negeri Ambon untuk melibatkan tenaga ahlinya dalam memeriksa kondisi gedung yang dibangun di terminal transit.

"Pihak ahli juga telah menyiapkan alat uji yang dikalibrasi sehingga dijadwalkan mulai pekan depan, mereka sudah bisa menjalankan tugasnya memeriksa kualitas bangunan yang telah dikerjakan," kata Ledrik.

Selain itu, kejati akan berkoordinasi dengan BPKP RI Perwakilan Provinsi Maluku untuk dilibatkan dalam melakukan penghitungan kerugian keuangan negara atau daerah pada proyek pembangunan terminal transit Passo.

Proyek pembangunan terminal transit Passo yang mulai dikerjakan sejak tahun 2007 hingga tahun 2015 diperkirakan telah menghabiskan anggaran sekitar Rp55,344 miliar.

Anggaran pembangunan proyek terminal transit Passo ini berasal dari Kementerian Perhubungan serta APBD Pemerintah Kota Ambon.

Meski telah ditargetkan selesai pengerjaan fisiknya tahun 2010 namun proyek ini sampai sekarang belum rampung dan telah dioperasikan untuk aktivitas pedagang dan pembeli serta terminal mobil angkutan umum yang melayani trayek Pulau Ambon menuju tiga kabupaten di Pulau Seram.

Pemkot Ambon membangun terminal transit Passo bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan di dalam kota, sehingga mobil-mobil angkutan umum jurusan Ambon- Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Ambon-Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Ambon-Bula, atau Kabupaten Seram Bagian Timur, parkir di sana. (MP-3)

Harga Hasil Perkebunan Maluku Di Ambon Turun

Detik Nusa
Ambon, Malukupost.com - Harga berbagai hasil perkebunan Maluku berupa cengkih, biji pala bundar maupun coklat yang menjadi komoditi ekspor Maluku dari Kota Ambon kembali bergerak turun. Berdasarkan pantauan di lokasi transaksi berbagai hasil komoditi ekspor andalan Maluku di Jl. Setia Budi, kawasan Rijoly, Kelurahan Batu gajah, Senin (31/7), memperlihatkan para pembeli menawarkan harga cengkih Rp103.000/kg atau turun dari sebelumnya Rp113.000.
Ambon, Malukupost.com - Harga berbagai hasil perkebunan Maluku berupa cengkih, biji pala bundar maupun coklat yang menjadi komoditi ekspor Maluku dari Kota Ambon kembali bergerak turun.

Berdasarkan pantauan di lokasi transaksi berbagai hasil komoditi ekspor andalan Maluku di Jl. Setia Budi, kawasan Rijoly, Kelurahan Batu gajah, Senin (31/7), memperlihatkan para pembeli menawarkan harga cengkih Rp103.000/kg atau turun dari sebelumnya Rp113.000.

Selain itu, biji pala bundar yang dibeli sebelumnya Rp60.000/Kg, kini turun dengan harga bervariasi Rp55.000 hingga Rp57.000/kg.

Begitu juga fuli yang pada pekan lalu mencapai Rp123.000/Kg kini turun menjadi Rp120.000/Kg.

Coklat dibeli dengan harga Rp20.000/Kg turun dari sebelumnya Rp23.000/kg, kecuali kopra yang hingga kini masih bertahan dengan harga Rp11.000/Kg.

"Hampir semua hasil perkebunan daerah ini harganya turun, kecuali kopra yang masih membaik," kata pembeli terbesar di Kota Ambon, Evi.

Pedagang di Ambon selalu memantau perubahan harga di Surabaya sebagai pasar utama. Hasil perkebunan yang dibeli di Ambon kembali dijual ke Surabaya.

Dia menjelaskan, kalau sampai terjadi perubahan harga di Surabaya sudah pasti di Ambon juga berpengaruh.

"Terutama cengkih yang mengalami penurunan harga yang cukup tajam, sebab beberapa hari yang lalu masih mencapai harga Rp113.000/Kg, kini turun menjadi Rp103.000/kg," ujarnya.

Begitu juga biji pala bundar, lanjutnya, harganya tidak merata sebab petani yang menjual selalu disortir terlebih dahulu.

Kalau terlihat bundar dan baik dibeli dengan harga Rp57.000/kg, tetapi terlihat berkeriput, maka harga turun lagi bervariasi Rp50.000 hingga Rp55.000/kg.

Dia menambahkan, terjadi penurunan harga berbagai hasil perkebunan Maluku bukan saja di Ambon tetapi di daerah lain juga mengalami hal yang sama. (MP-2)

Patung Dewa Klenteng Tuban Ramai Dibicarakan di Medsos. Lihat Komentar Netizen dari Tuban Ini Justru Bikin Haru!

Detik Nusa

Infoteratas.com - Keberadaan Patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berada di dalam area Klenteng Kwan Sing Bio (KSB) Tuban akhir-akhir banyak diperbincangkan hangat dan menjadi pemicu perdebatan di Media Sosial (Medsos) khususnya facebook, Senin (31/7/2017).

Pasalnya, patung Dewa Konco Kwan Sing Tee Koen yang ada di Tuban disandingkan dengan patung Jendral Sudirman yang ada di Jakarta oleh salah satu akun bernama Muhammad Egi. Dalam foto itu, pemosting membanding ketinggian antara patung Dewa di Klenteng Tuban itu dengan patung Jendral Sudirman.


Postingan terkait patung Dewa di Klenteng Tuban yang disandingkan dengan pantung Jenderal Sudirman yang diberi caption "Ini Indonesia Bukan Cina!" itu kemudian ramai dibagikan oleh group facebook warga Tuban. Mengingat postingan tersebut banyak dinilai mengandung provokasi untuk mengadu domba warga Tuban.


"Tanggapane Lur, kaum sumbu pendek udah memprovokasi di Tuban," tulis akun facebook bernama Alfian Ashari Putra, yang mengupload berupa foto postingan dari Muhamad Egi itu di group facebook Jaringan Informasi Tuban.


Postingan tersebut kemudian mendapatkan tanggapan yang beragam dari berbagai akun di media sosial milik warga Tuban itu. Namun sebagian besar mereka menilai jika postingan yang menyandingkan patung dewa dengan patung Panglima Sudirman itu upaya untuk membenturkan kerukunan antar umat.


"Ayo guyub laporno, sing (yang) posting SARA dan hasutan kebencian, menggunakan Kota Tuban yang aman dan damai untuk kendaraan provokasi kebencian dan perpecahan antar umat," komentar akun facebook bernama Wasis. 


Sebagian besar komentar dalam postingan terkait foto itu mengajak warga Kabupaten Tuban supaya tidak mudah terprovokasi. Karena selama ini Kabupaten Tuban sebagai Bumi Wali terkenal dengan wilayah yang memiliki toleransi tinggi antar umat beragama.


Patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen berada di dalam kawasan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban dengan tinggi bangunan sekitar 30,4 meter. Patung dewa tersebut baru diresmikan oleh pihak Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban sekitar pada dua minggu lalu. 


Berikut komentar netizen Tuban pada status diatas: http://ift.tt/2uSrrRk

Bang Jecky Jecky Untung yang merismikan bapak Zulkifi Hasan la kalau pak de terus piyi tambah nemen kui

Si Putra Adam Wayae seng provokasi ditangkep wae iku nek dibiarkan malah dadi penyakit ganas
Iso ngracuni wong Tuban
Ayo sedulur RONGGOLAWE podo bersatu berfikir yg baek & benar untuk hidup yg aman tentram hingga anak cucu kita kelak
Janganlah kita tercerai hanya gara² ucapan orang yg ingin adu domba
Kita bukan mereka kita adalah warga yg santun terhadap sesama


Agus Tino Ra usa dibadaki... Engko lak mati mati dewe seng penting Tuban Ayem.... Nek pengen ngerubuhno yo ndang dirubohno nggawe tangane dewe g usa nyileh tangane wong Tuban..

Kangdar Dsandria karep2.e kono....patung wae di gae mslah...pntg wonge glm rukun iku ws apik.....umeekk waee...

Alfian Ashari Putra Alhamdullillah wong Tuban sabar", ancen pantes di juluki Buwi wali, budimane wali menurun na wong tuban kabeh,. tuban nambah sip

Zlatan nha kon moro tuban ae...ben di rubohno dewe...tak delok e karo nyruput kopi...

Yusuf Mohammad Wong tuban ora mempan diobong-obongi, tetap waspada terhadap para provokator pemecah belah bangsa lurr!!!!

Sigit Pamudji Ra sah badak i lawong Tuban Yo wis ayem tentrem gak Ono masalah opo" wae kok.... kerukunan antar umat beragama yo ora tau Ono kisruh... Malah biasane nek wayah Poso warga sekitar klenteng podo di undang bukber nang klenteng kok.... Provokasi iku Ojo sampek bangsane dewe terpecah belah lurrt

Arno Wong Tuban Ra usah dibadak'i loorr..
Tuban damai saling berdampingan gk tau kesruh..
Iku y bondo2ne dewe kok, awak dewe y gk melu uron..
Awak dwe mong iso melu selfie..


Haykal Kakean wong ruet nang medsos. Nggarai tukaran podo wong jowone

Singkek Singkek Kaum sumbu pendek iku menuso seng senenge ngelek elek wong liyo..(Provokator)

Ten Seiga Nggawe patung yo bene to yooooo...

Kan iso nggawe item sikon tuban iki luweh lengkap ben menarik wisatawan asing...

Nek moh ketiggalan yo podo berusaha ne no...

Hhhjhhhh..penakke oleh ku omong...wk wk wk..


Dion Fajar Kaum sumbu pendek iku sing piye yo? Kok kyok obor ae gw sumbu
1
23 jam
Hapus

Nurlaela Prast Iyo... Sumbu pendek wi sing py? Ono sumbu pendek,mestine ono sumbu sedang & sumbu panjang...?! Lek nerangno nang murid2 py yo,pren?


Roodee Vepb Iahia aku kudu ngguyu moco postingan sing ning gambar kui
"INI INDONESIA BUKAN DI CINA" ðŸ˜‚😂😂😂😂
kreatif sedikit kalau buat kata"...

Balik lagi ke pancasila di situ banyak terkandung makna" penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara... ðŸ˜‚😂😄